Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Sabtu, 13 Oktober 2012
SAE (Suara Angklung Enam)
PENDAHULUAN
Seni Tradisional merupakan keanekaragaman unsur budaya yang sudah menjadi bagian hidup masyarakat Indonesia. Berbicara tentang seni tradisional tentu merupakan karya seni budaya yang sangat dikagumi oleh bangsa Indonesia, karena mempunyai keunikan yang beragam.
Banyak jenis seni tradisional dan itu dapat dilihat dari mulai alat gerak seperti tari-tarian dan alat-alat musik yang berbahan tradisional. Tidak dipungkiri lagi kalau keberadaan seni kita ini sangat digemari oleh mancanegara yang tentunya akan membawa dampak positif bagi tanah air kita.
Begitu banyak budaya yang dapat kita kembangkan untuk menciptakan keharmonisan bangsa yang bersosial. Contohnya saja banyak pagelaran seni yang dilakukan oleh masyarakat kita sehingga terciptanya hubungan sosial yang baik terhadapa Negara lain, dan ini menunjukan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia sangatlah dipandang di mata dunia.
LATAR BELAKANG
Dilihat dari berbagai segi, dimasa sekarang generasi muda lebih memilih untuk memainkan alat musik modern di bandingkan dengan alat musik tradisional dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang alat musik tradisional dan rendahnya minat mereka untuk belajar sehingga timbulnya anggapan bahwa alat musik tradisional tidaklah menarik.
Oleh karena itu kami ingin mengajak generasi generasi muda untuk lebih mengenal macam macam budaya tradisional khususnya pada alat musik yang terbuat dari bambu, seperti angklung.
Nama Group : SAE (Suara Angklung Enam)
Tanggal terbentuknya : 20 Agustus 2010.
Asal Sekolah : SMA Negeri 6 Bandung.
Alamat Sekolah/kode pos/telepon : Jln.Pasirkaliki no 51 Bandung / 40172 / (022) 6011309
Pelatih : Iqbal Amarullah
Pembina : Frinia, S.Pd
Jumlah Anggota : 47 (angkatan 2011/2012)
SAE merupakan salah satu ekstrakulikuler di SMA Negeri 6 Bandung, yang didalamnya menampung berbagai aspirasi seni dan budaya. Tujuan dari SAE sendiri adalah untuk melestarikan kebudayaan bangsa khususnya Angklung dan menjadi wadah pembelajaran berkesenian bagi para siswa siswi SMAN 6 Bandung pada khususnya dan generasi muda pada umumnya.
SAE memiliki berbagai macam kegiatan rutin maupun insidental yang diselenggarakan dalam berbagai kegiatan. SAE juga mengadakan latihan rutin musik angklung setiap hari Kamis pukul 15.00 - 17.00 WIB. Kegiatan insidental SAE dintaranya mengikuti berbagai Lomba serta Festival yang berhubungan dengan angklung serta memenuhi permintaan dan undangan pertunjukan di berbagai acara.
KEGIATAN
Beberapa kegiatan seperti lomba, festival, dan berbagai acara yang pernah diikuti oleh SAE sejak Sae terbentuk, diantaranya :
1. Mengisi acara di “Planet Remaja ANTV” tahun 2010.
2. Ikut berpartisipasi dalam acara “Festival Bambu Nusantara” di Sasana Budaya Ganesha (ITB) tahun 2010.
3. Mengisi acara “Hexaprasi SMA Negeri 6 Bandung” tahun 2010.
4. Menjuarai (juara 1) acara “Gong Show” di Trans TV, Jakarta tahun 2010.
5. Meraih juara 3 dalam Lomba Angklung tingkat Jabar di Mall Balubur tahun 2010.
6. Mengisi acara “Social 3 SMA Negeri 6 Bandung” tahun 2010
7. Mengisi acara di UKM Poltek Pos Bandung tahun 2011.
8. Mengisi acara di “Car Free Day Bandung” tahun 2011.
9. kut berpartisipasi dalam “Pagelaran Angklung Nonstop 12 Jam (Pemecahan Rekor Muri)” di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat tahun 2011.
10. Mengisi acara perpisahan kelas 12 SMAN 6 Bandung di Hotel Savoy Homan, Bandung tahun 2011.
11. Mengisi acara di PT Telkom Bandung tahun 2011.
12. Mengisi acara “Grenade SMA Negeri 6 Bandung” 2011.
13. Menduduki juara 4 dalam “Festival Paduan Angklung ke XIII” di ITB tahun 2011.
14. Mengisi acara “International Workshop On Editorial Board” di Hotel Holiday Inn tahun 2011.
15. Meraih Juara Madya 1 pada Gebyar Angklung Pelajar tanggal 17 Mei 2012 di Gedung Merdeka.
16. Mengikuti Lomba Musik Angklung Padeng VII tanggal 26 Mei 2012 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
BIDANG GARAPAN
Orkestra Musik Angklung
Angklung adalah salah satu alat musik yang terbuat dari bambu, membunyikannya dengan cara digetarkan dan termasuk dalam ‘idiophone’. Angklung sudah dikenal sejak zaman dahulu, hal ini terbukti dengan angklung berfungsi sebagai salah satu sarana upacara ritual dalam masyarakat.
Pada tahun 1938, Bapak Daeng Soetigna membuat angklung bertangga nada diatonis, sehingga angklung dalam perkembangannya mapu mentransformasikan nilai-nilai luhur tradisional sebagai media ‘nation and character building dan
pengertian antar bangsa’.
Dengan demikian musik angklung selain menjadi salah satu identitas musik tradisional, juga mampu menjadi alat pendidikan musik di sekolah-sekolah (SK MENDIKBUD RI No. 82/1968) dan sarana promosi dunia bisnis yang semakin
mengglobal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar