Kamis, 18 Oktober 2012

Wah! Alat-alat Tradisional dari Bambu Akan Unjuk Gigi di Brussels, Belgia



Pentas seni angklung (florence tuhumury - d'Traveler)

Pentas seni angklung (florence tuhumury - d'Traveler)

Foto Selengkapnya:
Bagi masyarakat Indonesia khususnya Sunda, bambu tak hanya identik dengan alat musik angklung, calung, atau kecapi. Buktinya, International Bamboo Conference yang akan berlangsung di Brusseles, Belgia, akan menyajikan bambu sebagai tanaman yang identik dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar dalam acara penganugrahan dirinya dengan gelar Sinatria Cipta Karsa, yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2012).

"Alat musik bambu seperti angklung telah kami perjuangkan sebagai alat musik tradisional khas Indonesia. Sampai sekarang juga diadakan Festival Musik Bambu tiap tahun di Bandung," tutur Sapta.

Dalam kesempatan yang sama, pihak Baresan Olot Tatar Sunda (BOTS) sebagai pemberi gelar juga menyajikan pertunjukan kesenian Karimbing, yang merupakan kesenian alat musik bambu asal Sunda. Ini merupakan salah satu bukti eksistensi bambu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda.

Walaupun begitu, bambu tak hanya identik dengan alat musik. Bambu juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kata Direktur Promosi Luar Negeri Kemenparekraf, Nia Niscaya.

"Bukan cuma alat musik, bambu juga dipakai untuk alat masak, perabotan rumah tangga, sampai jadi bahan pangan," tutur Nia ketika ditemui detikTravel selepas acara tersebut.

Lanjut Nia, tim dari Kemenparekraf akan menghadiri International Bamboo Conference yang akan berlangsung di Brussels, Belgia, mulai tanggal 12 April 2012 mendatang.

"Acaranya diadakan oleh pihak negara Belgia itu sendiri. Tim kami berangkat besok, bersama pakar bambu dari Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan," tutur Nia.

Lewat acara tersebut, diharapkan masyarakat dunia khususnya Belgia akan lebih akrab terhadap tanaman bambu yang sangat identik dengan kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya Sunda.

"Ini juga jadi upaya melestarikan alat-alat tradisional, terutama alat-alat dari bambu, agar terus eksis sebagai warisan budaya Sunda," tambah Nia.

dikutip dari : http://travel.detik.com/read/2012/04/09/142226/1887910/1025/wah-alat-alat-tradisional-dari-bambu-akan-unjuk-gigi-di-brussels-belgia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamis, 18 Oktober 2012

Wah! Alat-alat Tradisional dari Bambu Akan Unjuk Gigi di Brussels, Belgia



Pentas seni angklung (florence tuhumury - d'Traveler)

Pentas seni angklung (florence tuhumury - d'Traveler)

Foto Selengkapnya:
Bagi masyarakat Indonesia khususnya Sunda, bambu tak hanya identik dengan alat musik angklung, calung, atau kecapi. Buktinya, International Bamboo Conference yang akan berlangsung di Brusseles, Belgia, akan menyajikan bambu sebagai tanaman yang identik dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar dalam acara penganugrahan dirinya dengan gelar Sinatria Cipta Karsa, yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2012).

"Alat musik bambu seperti angklung telah kami perjuangkan sebagai alat musik tradisional khas Indonesia. Sampai sekarang juga diadakan Festival Musik Bambu tiap tahun di Bandung," tutur Sapta.

Dalam kesempatan yang sama, pihak Baresan Olot Tatar Sunda (BOTS) sebagai pemberi gelar juga menyajikan pertunjukan kesenian Karimbing, yang merupakan kesenian alat musik bambu asal Sunda. Ini merupakan salah satu bukti eksistensi bambu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda.

Walaupun begitu, bambu tak hanya identik dengan alat musik. Bambu juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kata Direktur Promosi Luar Negeri Kemenparekraf, Nia Niscaya.

"Bukan cuma alat musik, bambu juga dipakai untuk alat masak, perabotan rumah tangga, sampai jadi bahan pangan," tutur Nia ketika ditemui detikTravel selepas acara tersebut.

Lanjut Nia, tim dari Kemenparekraf akan menghadiri International Bamboo Conference yang akan berlangsung di Brussels, Belgia, mulai tanggal 12 April 2012 mendatang.

"Acaranya diadakan oleh pihak negara Belgia itu sendiri. Tim kami berangkat besok, bersama pakar bambu dari Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan," tutur Nia.

Lewat acara tersebut, diharapkan masyarakat dunia khususnya Belgia akan lebih akrab terhadap tanaman bambu yang sangat identik dengan kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya Sunda.

"Ini juga jadi upaya melestarikan alat-alat tradisional, terutama alat-alat dari bambu, agar terus eksis sebagai warisan budaya Sunda," tambah Nia.

dikutip dari : http://travel.detik.com/read/2012/04/09/142226/1887910/1025/wah-alat-alat-tradisional-dari-bambu-akan-unjuk-gigi-di-brussels-belgia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar