Wah! Alat-alat Tradisional dari Bambu Akan Unjuk Gigi di Brussels, Belgia
Pentas seni angklung (florence tuhumury - d'Traveler)
Bagi masyarakat Indonesia khususnya Sunda, bambu tak
hanya identik dengan alat musik angklung, calung, atau kecapi.
Buktinya, International Bamboo Conference yang akan berlangsung di
Brusseles, Belgia, akan menyajikan bambu sebagai tanaman yang identik
dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Hal itu disampaikan
oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta
Nirwandar dalam acara penganugrahan dirinya dengan gelar Sinatria
Cipta Karsa, yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung
Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2012).
"Alat musik bambu seperti angklung telah kami perjuangkan sebagai alat
musik tradisional khas Indonesia. Sampai sekarang juga diadakan
Festival Musik Bambu tiap tahun di Bandung," tutur Sapta.
Dalam kesempatan yang sama, pihak Baresan Olot Tatar Sunda (BOTS)
sebagai pemberi gelar juga menyajikan pertunjukan kesenian Karimbing,
yang merupakan kesenian alat musik bambu asal Sunda. Ini merupakan salah
satu bukti eksistensi bambu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat
Sunda.
Walaupun begitu, bambu tak hanya identik dengan alat
musik. Bambu juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kata
Direktur Promosi Luar Negeri Kemenparekraf, Nia Niscaya.
"Bukan cuma alat musik, bambu juga dipakai untuk alat masak, perabotan
rumah tangga, sampai jadi bahan pangan," tutur Nia ketika ditemui
detikTravel selepas acara tersebut.
Lanjut Nia, tim dari
Kemenparekraf akan menghadiri International Bamboo Conference yang akan
berlangsung di Brussels, Belgia, mulai tanggal 12 April 2012
mendatang.
"Acaranya diadakan oleh pihak negara Belgia itu
sendiri. Tim kami berangkat besok, bersama pakar bambu dari Dinas
Pertanian dan Dinas Kehutanan," tutur Nia.
Lewat acara
tersebut, diharapkan masyarakat dunia khususnya Belgia akan lebih akrab
terhadap tanaman bambu yang sangat identik dengan kehidupan masyarakat
Indonesia, khususnya Sunda.
"Ini juga jadi upaya melestarikan
alat-alat tradisional, terutama alat-alat dari bambu, agar terus eksis
sebagai warisan budaya Sunda," tambah Nia.
dikutip dari : http://travel.detik.com/read/2012/04/09/142226/1887910/1025/wah-alat-alat-tradisional-dari-bambu-akan-unjuk-gigi-di-brussels-belgia
Wah! Alat-alat Tradisional dari Bambu Akan Unjuk Gigi di Brussels, Belgia
Pentas seni angklung (florence tuhumury - d'Traveler)
Bagi masyarakat Indonesia khususnya Sunda, bambu tak
hanya identik dengan alat musik angklung, calung, atau kecapi.
Buktinya, International Bamboo Conference yang akan berlangsung di
Brusseles, Belgia, akan menyajikan bambu sebagai tanaman yang identik
dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Hal itu disampaikan
oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta
Nirwandar dalam acara penganugrahan dirinya dengan gelar Sinatria
Cipta Karsa, yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung
Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2012).
"Alat musik bambu seperti angklung telah kami perjuangkan sebagai alat
musik tradisional khas Indonesia. Sampai sekarang juga diadakan
Festival Musik Bambu tiap tahun di Bandung," tutur Sapta.
Dalam kesempatan yang sama, pihak Baresan Olot Tatar Sunda (BOTS)
sebagai pemberi gelar juga menyajikan pertunjukan kesenian Karimbing,
yang merupakan kesenian alat musik bambu asal Sunda. Ini merupakan salah
satu bukti eksistensi bambu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat
Sunda.
Walaupun begitu, bambu tak hanya identik dengan alat
musik. Bambu juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kata
Direktur Promosi Luar Negeri Kemenparekraf, Nia Niscaya.
"Bukan cuma alat musik, bambu juga dipakai untuk alat masak, perabotan
rumah tangga, sampai jadi bahan pangan," tutur Nia ketika ditemui
detikTravel selepas acara tersebut.
Lanjut Nia, tim dari
Kemenparekraf akan menghadiri International Bamboo Conference yang akan
berlangsung di Brussels, Belgia, mulai tanggal 12 April 2012
mendatang.
"Acaranya diadakan oleh pihak negara Belgia itu
sendiri. Tim kami berangkat besok, bersama pakar bambu dari Dinas
Pertanian dan Dinas Kehutanan," tutur Nia.
Lewat acara
tersebut, diharapkan masyarakat dunia khususnya Belgia akan lebih akrab
terhadap tanaman bambu yang sangat identik dengan kehidupan masyarakat
Indonesia, khususnya Sunda.
"Ini juga jadi upaya melestarikan
alat-alat tradisional, terutama alat-alat dari bambu, agar terus eksis
sebagai warisan budaya Sunda," tambah Nia.
dikutip dari : http://travel.detik.com/read/2012/04/09/142226/1887910/1025/wah-alat-alat-tradisional-dari-bambu-akan-unjuk-gigi-di-brussels-belgia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar